Banyumas Raya

Muslimat NU Banyumas Bidik Target Tiap Ranting 5 Akseptor, 1 Implan, 3 IUD dan 1 MOW

40
×

Muslimat NU Banyumas Bidik Target Tiap Ranting 5 Akseptor, 1 Implan, 3 IUD dan 1 MOW

Sebarkan artikel ini
Muslimat NU Banyumas Bidik Target Tiap Ranting 5 Akseptor, 1 Implan, 3 IUD dan 1 MOW Admin

SUMPIUH, Bandafo.com – Meski masih dalam suasana pandemi covid-19, Muslmat NU Sumpiuh tidak kehilangan gairah serta semangat melaksanakan program. Buktinya, dalam rangka peringatan hari lahir Muslimat NU ke-75, dengan menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Muslimat NU Sumpiuh menggelar pelayanan KB dan bakti sosial pada 11-22 Februari 2021.

Acara tersebut sebagai wujud kepedulian Muslimat NU Sumpiuh kepada laju jumlah penduduk yang kembali pesat dan rasa empati kepada masyarakat atas kondisi pandemi. Muslimat NU merasa perlu kembali menggalakan penyuluhan Progam KB karena jumlah penduduk yang besar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Penyuluhan KB dan Bakti Sosial Muslimat NU secara resmi dibuka Selasa, 16 Februari 2021 di Klinik Pratama NU Sumpiuh. Hadir dalam acara tersebut Ketua Muslimat NU, Kabupaten Banyumas, Hj Laely Mansur. Ketua YKMNU Banyumas, dan Camat Sumpiuh Ahmad Suryanto serta ketua tim penggerak PKK, Koordinator PKB, PLKB dan PPKBD Kecamatan Sumpiuh.

Ketua Muslimat NU Banyumas Laely Mansur mengingatkan, lantaran pentingnya program KB, dia menargetkan setiap ranting Muslimat NU minimal 5 akseptor, 1 Implan, 3IUD dan 1 MOW. Dikatakan, Muslimat NU akan terus bekerja keras dan istiqomah melakukan penyuluhan KB.

“Saat ini, peserta KN di Susmpiuh terdapat 23 orang akseptor KB dari 4 ranting yang sebelumnya ada 2 orang sebagai peserta MOW,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Sumpiuh, Ahmad Suryanto yang didaulat memberikan sambutan, mengucapkan selamat harlah NU ke-95 dan selamat harlah Muslimt NU ke-75. Dia merasa bangga Muslimat NU memiliki rasa peduli dan konsisten ngurusi program KB. Artinya, kata Camat, pemerintah, khususnya pemerintah desa, merasa sangat terbantu oleh Muslimat NU dalam program kependudukan.

Menuutnya Muslimat NU bersama Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Kader Keluarga Berencana berperan penting dalam laju jumlah penduduk. Selain itu, Muslimat NU juga sangat efektif dalam turut serta pencegahan penyebaran wabah Covid-19, karena programnya selalu ada di akar rumput.

“Orang ber-KB itu bukan membunuh tapi menyejahterakan keluarga, KB juga tidak melanggar aturan agama,” kata Ahmad Suryanto. (Siti Masaroh)

 

Tinggalkan Balasan