HikmahAgama

Tasawuf Jalan Terbaik Menuju Tuhan

132
×

Tasawuf Jalan Terbaik Menuju Tuhan

Sebarkan artikel ini
Tasawuf Jalan Terbaik Menuju Tuhan Admin

Nasihat Ilmiah (akhir tahun 2023).

Suatu ketika Imam Akbar al-Azhar, Syekh Ahmad at-Thayyib al-Hasani al-Khalwati, memberikan nasihat kepada sejumlah muridnya dari Indonesia yang konsentrasi di dunia diskusi dan literasi ilmiah. Beliau berkata:

“إنما المسير إلى الحق بالملامح الكلامية والمناهج الفلسفية لا يتحقق إلا باتخاذ دقائق القلب مشربا روحيا له، والتصوف أوجه الطرق للتوجه إلى ربه عز وجل”

Kira-kira kalau diterjemahkan seperti ini nasihatnya:

“Jalan menuju kebenaran “al-Haq” melalui fitur-fitur teologis dan metodologi-metodologi filosofis tidak dapat dicapai kecuali dengan menjadikan risalah-risalah kepekaan hati sebagai minuman spiritualnya. Tasawuf adalah jalan terbaik untuk menuju kepada Tuhan Yang Maha Agung.”

Kita bisa memahami nasihat di atas bahwa ilmu kalam dan filsafat saja tidaklah cukup untuk mencapai al-Haq. Karena akal ada batasnya. Akal selalu mencoba untuk menghukumi segala sesuatu. Akal selalu menyimpulkan sesuai batas akhir yang bisa ia terima dari sebuah informasi atau pengalaman. Jadi, akal selalu membutuhkan intelegensi lain yang lebih luas dan tinggi dalam menerima kebenaran, yaitu: intelegensi hati.

Hal ini tentu bukan dimaksudkan untuk mengkerdilkan peran akal, tetapi hanya untuk menyadari sebuah batasan, bahwa kita harus menempatkan segala sesuatunya pada porsinya masing-masing…

Baca Juga : Doa Imam Ali di Awal Tahun

Itu artinya, ilmu kalam dan filsafat tidak bisa mencapai kematangannya, sejauh mana pun kedua ilmu ini berlari, kecuali dengan menyelam ke dalam samudra ilmu-ilmu hati. Kita harus bisa merasakannya. “Merasakan” berarti kita harus mencobanya secara langsung menggunakan segenap kualitas kemanusiaan kita yang meliputi jasad, pikiran, hati dan ruh. Ilmu hati ini tidak lain adalah ilmu tasawuf.

Ilmu tasawuf bukanlah semacam ilmu di-pikiran, atau ilmu di-lisan saja, atau ilmu di buku-buku saja, tetapi ilmu tasawuf adalah ilmu yang konsentrasi utamanya yaitu dengan jihad amal dan hati secara langsung. Jadi, mereka yang ahli ilmu kalam maupun filsafat adalah orang awam ketika memasuki belantara ilmu tasawuf sebagai pengalaman spiritual langsung yang menggunakan penyaksian hati sebagai wadahnya…

Dengan nasihat di atas, beliau ingin agar kita menjadi pembelajar yang lengkap. Dengan kelengkapan ilmu kita bisa menjadi pembelajar yang moderat. Jika kita mempunyai keilmuan yang tidak lengkap, bagaimana mungkin kita bisa memutuskan sesuatunya dengan adil, sedangkan adil sendiri merupakan karakteristik dari sifat moderat?

Bisa jadi kesimpulan kita benar, tapi tata cara untuk merealisasikan kesimpulan itu tidak tepat, sehingga kebenaran yang seharusnya menjadi kebenaran justru menjadi sebuah kesalahan yang fatal. Di sinilah pentingnya menyelami dunia tasawuf itu; benar-benar menyelam sebagaimana diksi yang digunakan oleh Imam Akbar:

“باتخاذ دقائق القلب مشربا روحيا له”

Sebuah nasihat yang bagus untuk menutup tahun 2023 ini. Semoga kita semua mampu merealisasikan nya tahun depan. Bismillah…🙂

Tinggalkan Balasan