Banyumas Raya

Dua Siswi MI Ma’arif NU 1 Pandansari Raih Nilai Tertinggi OSKANU II

42
×

Dua Siswi MI Ma’arif NU 1 Pandansari Raih Nilai Tertinggi OSKANU II

Sebarkan artikel ini
Syifa dan Snana peraih nilai tertinggi dalam OSKANU II LP Ma'arif NU 1 jawa tengah

PURWOKERTO, Bandafo.com – Prestasi membanggakan diraih Syifa Awalia Rahma dan Snana Margi Amukti, siswi MI Ma’arif NU 1 Pandansari Kecamatan Ajibarang, dalam gelaran Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU II) yang dilaksanakan secara daring oleh Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Rabu(16/6/21) kemarin.

Syifa mendapatkan medali emas dengan nilai tertinggi dalam bidang studi ke-NU-an, untuk tingkat MI/SD. Mengalahkan ratusan peserta lain se Jawa Tengah. Sedangkan Snana juga mendapatkan medali emas dengan nilai yang sama. Tercatat tiga peserta dengan nilai tertinggi dalam mata lomba ke-NU-an mendapatkan nilai yang sama, dengan poin 116. Dua orang dari Banyumas, satu orang dari Magelang.

Syifa yang duduk di kelas empat, dan Snana yang duduk di kelas lima, merupakan peserta Olimpiade dari MI Ma’arif NU 1 Pandansari. Pihak sekolah mengirimkan enam orang, dengan rmenempatkan dua orang di setiap mata lomba. Untuk tingkat MI, bidang yang dilombakan adalah Matematika, IPA, dan ke-NU-an.

Kepala MI Ma’arif NU 1 Pandansari Warsito, mengaku kaget dan bangga dengan hasil tersebut. Kaget karena dengan persiapan yang sedikit tapi peserta bisa mengikuti lomba dengan baik dan berprestasi.

Warsito menambahkan, dari sekolah sebenarnya tidak punya target khusus. Pelaksanaan Olimpiade yang berbarengan dengan Pelepasan Siswa-siswi kelas 6 membuat fokus guru terpecah. Antara menyiapkan lomba dengan menyiapkan Pelepasan, sehingga persiapan untuk olimpiade menjadi sangat kurang. Tapi support dan pendampingan dari tim PC LP Ma’arif Banyumas sangat membantu sekali.

Berdasarkan juknis dari panitia, OSKANU kali ini dilaksanakan secara daring dengan menggunakan kamera yang selalu menyala, sehingga kemungkinan untuk saling mencontek atau berbuat curang sangat kecil.

“Dengan sistem fair play seperti ini, justru menguntungkan sekolah yang di desa untuk menunjukan potensinya. Bahwa ternyata, di desa pun banyak anak pintar. Dengan adanya lomba ini semoga mereka menjadi semakin kelihatan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan