Banyumas Raya

Cegah Pencemaran Lingkungan, Pelajar NU Rawalo Manfaatkan Sampah

18
×

Cegah Pencemaran Lingkungan, Pelajar NU Rawalo Manfaatkan Sampah

Sebarkan artikel ini
Cegah Pencemaran Lingkungan, Pelajar NU Rawalo Manfaatkan Sampah Admin
Beberapa Pengurus Bank's Jarwo sedang mengumpulkan sampah dari masyarakat untuk kemudian didaur ulang. (Honimatul Amaliah/Sudin)

RAWALO, Bandafo.com – Sampah nampaknya menjadi persoalan yang sulit untuk ditangani, bagaimana tidak, pencemaran lingkungan dan kerusakan alam akibat sampah tak ada habisnya sampai hari ini. Hal inilah yang mendorong Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas memanfaatkan sampah dengan membuat Bank Sampah yang mereka beri nama Bank Sampah Pelajar Rawalo atau disingkat Bank’s Jarwo.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Rawalo, Tulus Dwipa Handika pada saat dihubungi Bandafo, Selasa (16/02/21) mengatakan, Bank’s Jarwo dibuat sebagai aksi nyata pencegahan pencemaran lingkungan akibat sampah yang berada di lingkungannya. Kegiatan ini juga sebagai salah satu cara untuk menambah kas organisasi, karena hasil dari pendapatan Bank’s Jarwo dimasukan ke dalam kas Lembaga Ekonomi PAC IPNU-IPNU Kecamatan Rawalo.

“Kegiatan ini secara resmi dimulai Bulan Agustus 2020 dengan Koordinator Rekan Munib Safi’i” katanya.

baca juga : Pelajar NU Sokawera Berlatih Teknik Repling

Dia menjelaskan, sampah-sampah yang diperoleh berasal dari rumah pengurus dan anggota PAC IPNU-IPPNU dan masyarakat umum. Sebelumnya mereka melakukan komunikasi dan koordinasi dengan warga sekitar untuk mengumpulkan sampah yang dapat didaur ulang dan kiranya memiliki nilai ekonomis.

“Rata-rata setiap bulan kita dapat mengumpulkan lebih kurang 80 Kg sampah, apabila dijual ke pengepul sampah kita akan memperoleh uang sebesar Rp 150.000,-“ katanya.

Barter Sampah dengan Tawasul

Koordinator Bank’s Jarwo, Munib Safi’i menjelaskan, sampah yang mereka pungut dari masyarakat, tidak dibeli dengan uang maupun ditukar dengan barang, namun mereka menukarnya dengan bentuk do’a dan tawasul kepada anggota keluarga mereka. Doa dan tawasul dilakukan pada saat pertemuan rutin setiap bulan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada warga masyarakat yang telah bekerja sama dan mendukung kegiatan pengolahan sampah” katanya.

Menurutnya kegiatan ini sebagai bentuk ajakan kepada seluruh warga NU untuk menjaga lingkungan sekitar, membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi limbah sampah dengan cara mendaur ulang sampah.

Penulis : Honimatul Amaliah
Editor  : Sudin

Tinggalkan Balasan