Banyumas Raya

NGERI LUR! Pernikahan Dibawah Umur Tembus  234 Kasus, Kebanyakan di Pedesaan

37
×

NGERI LUR! Pernikahan Dibawah Umur Tembus  234 Kasus, Kebanyakan di Pedesaan

Sebarkan artikel ini
NGERI LUR! Pernikahan Dibawah Umur Tembus  234 Kasus, Kebanyakan di Pedesaan Admin

PURWOKERTO, Bandafo.com – Angka pernikahan dibawah umur di Banyumas mengalamai kenaikan dari tahun 2019-2020. Hal itu misalnya, terdeteksi dari angka permohonan dispensasi kawin pada Pengadilan Agama  yang tembus hingga 234 kasus.

“Angka permohonan dispense kawin (karena factor umur) tahun 2019 hanya 114. Tahun 2020 meroket menjadi 234 kasus,” kata Umnia Labibah, anggota Komisi Perempuan, Remaja dan Anak (PRK) saat berbicara dalam seminar, Selasa (30/3/2021).

Seminar tersebut, merupakan Kerjasama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyumas dan Tim Penggerak PKK. Tema yang diambil ‘Cegah Pernikahan Anak Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan’. Masih kata Ning Umnia, sapaan akrabnya, kasus pernikahan dibawah umur itu, terdeteksi mayoritas di pedesaan.

UMNIA LABIBA“Beberapa sebabnya karena sebab budaya. Seperti, tidak mau ada stereotip perawan tua, perempuan tidak boleh menolak lamaran. Serta sebab lain seperti pergaulan bebas, pengaruh medsos dan sebagainya,” kaya mahasiswi program doctoral UIN Walisongo Semarang tersebut.

Ketua Panitia, Eva Luthfiyati Khasanah menyampaikan, seminar diselenggarakan secara daring dan luring. Diikuti peserta perwakilan organisasi wanita (basis ormas dan kelompok profesional) di Banyumas.  Hadir membuka acara sebagai keynote speaker, Ny Hj Erna Husein (Ketua TP PKK Banyumas) dan Ketua MUI Banyumas KH Taefur Arofat.

“Dari persepektif keagamaan kita hadirkan Ketua Komisi Fatwa MUI  Banyumas Dr Anshori Mag. Sementara dokter Daliman SPoG, spesialis kandungan dan dokter senior Banyumas menyamapaikan dalam perspektif Kesehatan,” kata Eva menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan juga data yang cukup mengagetkan. Dimana, tahun 2018 Indonesia urutan kedua di ASEAN negara dengan angka pernikahan anak tertinggi.  Dan urutan ke-10 negara dengan perkawinan anak tertinggi di dunia.

Kontributor: Chanifia Izza Millata
Editor : Djito El Fateh

Tinggalkan Balasan