Banyumas Raya

Ikut KB itu Bukan Mencegah Kelahiran, tapi Mengatur Jaraknya

17
×

Ikut KB itu Bukan Mencegah Kelahiran, tapi Mengatur Jaraknya

Sebarkan artikel ini
Muslimat NU Purwokerto Timur
LAYANI KB: Petugas medis melayani akseptor KB dalam safari KB gratis yang diadakan PACMNU Purwokerto Timur, Selasa (2/3/2021).

PURWOKERTO TIMUR, Bandafo.com – Mengikuti program keluarga berencana itu bukan mencegah kelahiran tetapi mengatur jarak kelahiran. Hal inipun telah diperbolehkan oleh para ulama.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PACMNU) Purwokerto Timur, Hj Istiqomah Chabib Makki di sela bakti sosial pelayanan KB gratis dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-75 Muslimat NU, di RSIA Bunda Arief Purwokerto, Selasa (2/3/2021).

“KB pada dasarnya, untuk mensejahterakan dan menyehatkan ibu dan anak sehingga tercipta keluarga bahagia lahir dan batin,” kata Hj Istiqomah.

Dijelaskannya, pelayanan KB khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan Implant diperuntukkan bagi Pasangan Usia Subur (PUS) dalam merencanakan kelahiran. Rencananya kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan hingga 31 Maret mendatang.

“Safari pelayanan KB gratis yang dilakukan PAC Muslimat NU Purwokerto Timur telah membuktikan kalau Muslimat NU sangat-sangat membantu bagi umat dan mendukung setiap program pemerintah khususnya program KB. Ini juga menjadi amanat dari PCMNU Banyumas dan Jateng,” jelasnya.

Sembilan Akseptor

Ketua Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Purwokerto Timur, Tenri mengatakan dalam pelayanan KB itu, berhasil melayani sebanyak 9 akseptor. Hal ini dilaksanakan untuk mengikuti protokol kesehatan saat pandemi yaitu maksimal pelayanan KB sebanyak 10 orang.

“Pelayanan KB ini bertahap diawali dengan proses screening terlebih dahulu seperti pemeriksaan tensi dan rapid test, apabila calon akseptor lolos screening akan langsung dilakukan tindakan KB berupa IUD dan implan pada hari itu juga. Apabila tidak lolos screening akan dilakukan tindakan KB pada selasa pekan depan”ujarnya.

Awalnya diusulkan sebanyak 12 calon akseptor, namun ada 3 calon akseptor yang berhalangan hadir dengan alasan menstruasi, sedang demam dan satu orang karena kontak langsung dengan positif covid. Dari ke-9 calon akseptor tersebut terdiri atas 7 akseptor bongkar pasang implan dan 1 akseptor bongkar pasang IUD serta 1 orang akseptor baru IUD.

Turut hadir dalam kegiatan Koordinator PLKB, Nurdiyah, Admin PLLKB Purwokerto Timur, Teguh dan Amar Nisa, 2 orang pendamping akseptor masing-masing dari Kelurahan Sokanegara dan Kelurahan Purwokerto Lor serta pengurus bidang kesehatan PC muslimat NU Banyumas, Hj Azizah dan perwakilan dari PACMNU Purwokerto Timur, Wiji Astuti.

Penulis: Hijru Matunisa
Editor : Susanto

Tinggalkan Balasan