Banyumas Raya

Ibu-Ibu Muslimat Belajar Jadi Jurnalis, Siapa Takut?

36
×

Ibu-Ibu Muslimat Belajar Jadi Jurnalis, Siapa Takut?

Sebarkan artikel ini
jadi jurnalis
Tampilan screenshoot peserta Diklat Singkat Jurnalistik 'Muslimat NU Banyumas Menulis Berita' yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (30/1/2021).

“Wah, ternyata ibu-ibu Muslimat NU ini lebih canggih dari yang muda-muda. Sudah biasa pakai Zoom Meeting,” begitulah spontan Mohammad Khoeroniy Rosyid, pemateri Training Jurnalistik Muslimat secara Online” dengan tema kegiatan “Muslimat Menulis Berita” untuk Muslimat NU Cabang Banyumas, saat mengawali pemberian materi tentang teknik menulis berita, Sabtu (30/1/2021)

Tak hanya telah mahir menggunakan aplikasi seminar daring, ternyata dalam kegiatan itu antusiasme peserta cukup tinggi. Dalam rangkaian peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) yang ke -95 di Kabupaten Banyumas tahun ini, hampir seluruh anggota perwakilan dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Banyumas hadir.

“Adanya situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi di tengah-tengah kita, tidak serta merta menghentikan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Banyumas menghentikan kegiatannya. Kali ini dengan memanfaatkan media online/daring, karena seperti kita ketahui bersama di masa pandemi Pemerintah menganjurkan organisasi atau perkumpulan untuk mengurangi atau meniadakan kegiatan yang melibatkan berkumpulnya banyak orang,” kata Khasanatul Mufidah, pengurus Cabang Muslimat NU Banyumas yang turut menjadi ‘Co Host’ pelatihan tersebut.

Acara yang diadakan PC Muslimat NU Kabupaten Banyumas bekerjasama dengan LTN NU Banyumas ini akan dibuka langsung ketua PCMNU Banyumas Ny Hj Laeli Mansyur secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada hari Sabtu, 30 Januari 2021 Pukul 09.00 WIB dan acara berakhir pada pukul 12.00.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang memperkenalkan dunia jurnalistik serta meningkatkan kemampuan menulis berita secara baik dan benar. Pasca kegiatan ini kami berharap setiap ibu muslimat peserta kegiatan bisa mengabarkan berita positif tentang kegiatan Muslimat NU Banyumas,” kata Hj Laeli.

Dengan keikutsertaan seluruh perwakilan PAC Muslimat NU Banyumas dari awal pelatihan hingga rampung, menunjukkan betapa besar antusias dan keikutsertaan ibu-ibu Muslimat NU. Kesan Muslimat NU yang dipandang sebagai ibu-ibu dengan usia yang tidak muda lagi seolah hilang. Terbukti pasca kegiatan inipun mereka semangat mengirimkan berita-berita dari wilayahnya masing-masing.

“Ibu-Ibu Muslimat belajar jadi jurnalis, siapa takut,” jelas salah satu ibu Muslimat NU yang enggan disebut namanya di akhir kegiatan. (Hijru Matunisa-4)

Tinggalkan Balasan