Banyumas Raya

Doktor Ridwan; KOIN NU Itu Sebenarnya…

33
×

Doktor Ridwan; KOIN NU Itu Sebenarnya…

Sebarkan artikel ini
koin NU itu sebenarnya program besar
Talk Show 'Mata Laila' (dari kiri-kanan); Ning Lailia, Doktor Ridwan, Gus Sakdun, Lik Djarmanto dan Wahyu Ch di Lantai 2 gedung NUCare-LazisNU Banyumas, Sabtu (9/1/2021).

PURWOKERTO, Bandafo.com – Ketua NUCare-LazisNU Banyumas, Doktor Ridwan MAg menyebut kebanyakan orang menganggap uang koin itu sepele. Seperti wujud dan nilainya, memang receh. Tapi itu tidak berlaku bagi program KOIN NU.

“Uang koin itu memang kesannya receh, kecil. Tapi, kalau uang koin sudah bergabung dan membawa banyak temannya, itu luar biasa. Uangnya bisa buat apa saja, sampai miliaran, bisa untuk kesejahteraan umat,” kata Ridwan, Sabtu (9/1/2021).

Pria yang juga Wakil Rektor IAIN Purwokerto tersebut, menyampaikan itu saat berbincang di Lantai 2, Gedung NUCare-LazisNU Banyumas. Ridwan menjadi bintang tamu dalam acara ‘Mata Laila’ yang disiarkan online melalui platform medsos. Turut menjadi nara sumber Lik Djarmanto, Ketua NUCare-LazisNU MWC Purwokerto Barat dan Gus Sakdun. Acara dipandu duet Ning Lailia dan Kang Wahyu Ch.

NU Banyumas, kata Ridwan memiliki program KOIN Nahdlatul Ulama efektif sekitar 2017. NUCare-LazisNU menjadi leading sector program yang diawali sekitar 4 kecamatan. “Termasuk saya mengawali Koin NU di MWC Purwokerto Utara, tempat saya sendiri,” katanya.

Program KOIN NU, lanjut Ridwan sejatinya hanyalah satu dari sekian program NUCare-LazisNU. Uniknya, tidak sedikit yang belum tau apa itu makna atau bahkan kependekan KOIN Nahdaltul Ulama. “Aslinya, KOIN itu memang ‘Kotak Infak’ Nahdlatul Ulama. Kadang dikira, KOIN itu maksudnya infak dalam bentuk koin betulan,” imbuhnya.

Baca Juga : Tradisi Orang Desa itu Menampar Orang Kota

Selebihnya, Ridwan yang juga mantan Ketua LBM NU Banyumas menyebut fokus KOIN Nahdlatul Ulama untuk operasional organisasi dan sosial. Untuk tashoruf, katanya, sharing diberikan ke ranting, MWC, hingga operasional untuk petugas lapangan. LazisNU, katanya hanya mengelola 15% dari total perolehan.

“Mari jadikan gerakan KOIN Nahdlatul Ulama sebagai wasilah berkhidmah kepada jamaah dan jamiyyah Nahdlatul Ulama untuk keberkahan hidup dunia dan akhirat,” katanya.

Respon (0)

Tinggalkan Balasan