Obituari

Innalillahi…! Mustasyar PBNU, KH Nawawi Abdul Jalil Berpulang

39
×

Innalillahi…! Mustasyar PBNU, KH Nawawi Abdul Jalil Berpulang

Sebarkan artikel ini
KH Nawawi Abdul Jalil Wafat

PURWOKERTO, Bandafo.com – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Nawawi Abdul Jalil Sidogiri wafat. Beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.

“Mohon doa terbaik untuk KH Nawawi Abdul Jalil (PP Sidogiri, Mustasyar PBNU yang wafat sore ini. Alfatihah!” Demikian kata H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU, mengabarkan, Minggu (13/06/2021).

Sosok kyai yang terkenal dengan ketawadhuannya ini wafat di RS Lavalete Malang pada pukul 14.40 WIB setelah mendapatkan perawatan selama 4 hari.

KH Nawawi Sidogiri dikenal sebagai Kiai Sepuh (Kiai Khos) yang dihormati di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang, Kiai Nawawi duduk sebagai anggota Ahlul Halli Wal-Aqdi (AHWA) yang bermufakat untuk menentukan kepemimpian di dalam organisasi Islam yang berdiri 1926 ini.

Kiai Nawawi Abdul Djalil menjadi rujukan umat Islam, bukan hanya di daerahnya, Pasuruan, melainkan juga dari pelbagai kalangan di Indonesia. Yusril Ihza Mahendra, di antaranya, tercatat sebagai tamu penting Kiai Nawawi Abdul Djalil ketika menghadapi permasalahan dalam kehidupan bernegara.

Kyai Nawawi dikenal sebagai pengasuh yang sangat dekat dengan para santrinya. Ia kerap mengontrol sendiri kamar-kamar santri di malam hari. Ia menginginkan para santri beribadah dan memuthala’ah pelajaran di malam hari. Demikian pengakuan salah seorang santri.

Sejak tahun 2005, KH Ahmad Nawawi Abdul Jalil melanjutkan kepemimpinan pondok pesantren Sidogiri, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur. Ia menggantikan pengasuh sebelumnya KH Abdul Alim bin KH Abdul Jalil yang wafat pada 2005. Kiai Nawawi mengasuh pesantren yang kini terkenal menjadi model pesantren mandiri melalui pengembangan BMT-BMT Syariah yang menyebar terutama di hampir setiap kabupaten di Jawa Timur.

Sebagaimana dimaklum, pesantren Sidogiri didirikan pada 1745 M oleh Sayyid Sulaiman bin Abdurrahman Basyaiban (yang wafat pada 1766 M). Sayyid Sulaiman tidak lain keturunan keempat Syekh Syarif Hidayatullah yang biasa dikenal dengan Sunan Gunung Jati. (*)

Tinggalkan Balasan