Nasional

Nahdlatul Aulia Bangkitkan Jiwa Wali

266
×

Nahdlatul Aulia Bangkitkan Jiwa Wali

Sebarkan artikel ini
Nahdlatul Aulia Bangkitkan Jiwa Wali Admin

JAKARTA, Bandafo – Apa itu Nahdlatul Aulia? Secara bahasa, NA artinya kebangkitan para wali. Didirikan oleh Gus Din atau Syekh Sirojuddin Ilyas Pujon Malang.

Saat umur 20 tahun, Gus Din mendapat petunjuk dari Alloh untuk mendirikan organisasi. Karena waktu itu merasa tidak mampu, maka Gus Din sowan ke mbah Abdul Hamid Pasuruan.

Kata Mbah Abdul Hamid, ini organisasi yang penting, akan membawa insan insan manusia ke Alloh. Suatu saat harus didirikan, tapi pesannya, kalau sudah berdiri dilarang menjadi partai politik.

Akhirnya pada 2006 Gus Din mendeklarasikan berdirinya Nahdlatul Aulia di Gunung Gambar DIY, kepada Alloh.

Berdirinya Nahdlatul Aulia bukan karena ingin jadi wali, tapi NA hadir untuk membangkitkan jiwa jiwa wali yang ada di diri manusia, baik umat islam, maupun agama lain.

Demikian dikatakan ketua umum Nahdlatul Aulia, Syekh Khatibul Umam Wiranu pada Iftitah Istighosah Nasional Obat Negara, Minggu 24 September 2023 di komplek Gelora Bung Karno Jakarta.

Khatibul Umam menambahkan, karena sesungguhnya jiwa wali bukan milik umat Islam saja. Sebagai contoh pendeta Buhairo yang melihat tanda-tanda kenabian Muhammad, nabi akhir zaman. Pendeta itu waliyulloh.

Jadi pada dasarnya semua manusia adalah wali. Karena dikasih rezeki, pangkat, derajat oleh Alloh. Hanya saja kewalian seseorang lambat laun tergerus, karena sudah melupakan Alloh, dan hanya mementingkan jasmani saja.

Oleh karena itu, lanjut Khatibul Umam, Nahdlatul Aulia berdiri untuk membangkitkan lagi jiwa wali. Dan tabiat wali adalah senantiasa berdzikir kepada Alloh.

Kemudian apa pentingnya istighosah obat negara? Istighosah merupakan petunjuk dari Alloh ke Gus Din dari tahun 1995. Isi petunjuknya bangsa Indonesia harus mengadakan doa bersama, yang dipimpin oleh kepala negara untuk menyuntikan obat.

Seluruh maayarakat Indonesia. secara bersama di hari dan jam sama, bersama-sama mendoakan bangsa ini.

Gus Din sudah berusaha bertemu Presiden Indonesia, dari Soeharto, Gus Dur sampai SBY, tapi belum terwujud. maka kita sebagai penerusnya harus melanjutkan, tegas Umam.

Lalu kenapa harus di Gelora Bung Karno? Hal itu mengacu kepada awal mula Gus Din mengaji tahun 2000 di masjid Al Bina Senayan.

Al Bina artinya pondasi, bangunan. Jadi secara riwayat, Gus membangun pondasi tauhid di Gelora Bung Karno.

Dan secara nama, GBK sudah mendunia, dimulai dari Olimpiade Ganefo yang berani memerdekakan dari negara barat. Maka kita memerdekakan diri secara ruhaniah, demi kedaulatan bangsa.

Hadir dalam acara itu, Nurul Ghufron, wakil ketua KPK, Nur Wahid, direktur deradikalisasi Polri, Tuan Guru Muhamad Irfan, Mursyid Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah, Amin Yusuf, Tuan Guru Ahhmad Danto, san tamu undangan lain.

Tinggalkan Balasan